Cinta ku, di Kuala Tungkal mu tercinta

Posted: 5 November 2010 in cerpen

Oleh : Meri Andriani

SENJA membawaku ke lamunan seakan mengikuti arah angin sore itu. Angin yang sepoi-sepoi menerpa rambutku. Menatap keindahan raut penuh ragu di wajah mu. Perjalan sore itu adalah perjalan pertama ku bersama mu. Kau tatap aku penuh ragu seakan ada sejuta ungkapan yang akan kau limpahkan pada ku.

Di dalam perjalanan sore itu kunikmati aroma kesederhanaan, aroma kepolosan tanpa beban, dan aroma kepura-puraan. Berpura-pura tidak tau atas sebuah perasaan. Pandangan mataku terhampar menyaksikan riak-riak gelombang di tepi pelabuhan sore itu, di tepi pelabuhan perpercikan air orang-orang sedang mandi dan seakan tak peduli lagi standar kesehatan. Air yang berwarna coklat bercampur lumpur, limbah serta berminyak. Seakan haus akan hiburan ketika pasang datang di tepi pelabuhan bagaikan kolam renang.

Ah, sulit memang untuk memikirkan keadaan disekitar kita. Tetapi ada yang lain diantara pikiran-pikiran tentang alam sekitar ini. Ketika sebuah keindahan hadir dihadapan mata. Keindahan dalam bulatan harapan dan keinginan. Entahlah, saat itu mata liar ku tak berani untuk memandang mata teduh mu saat padangan kita menyatu.

Menurut ku sebuah kelumrahan bila seorang gadis menghabiskan waktu senja bersama pria yang baru dikenalnya. Hanya diam….sebenarnya ada banyak yang ingin ku katakan, ada banyak yang ingin ku tanyakan,  namun hanya diam yang bisa ku kalukan. Entah karena ragu atau malu aku tak tau. Begitu juga dirimu, kau diam membisu.

Angin sore itu menerpa tubuh ku…menghembuskan angin kencang yang memporak porandakan rambut ku. Namun aku tak peduli , tetap saja mata ini tak pernah henti memandang keindahan alam ku juga dirimu yang indah nya tak terkira. Sejenak aku berfikir ”tak meyangka bisa dekat dengan mu, duduk disampingmu memandang keindahan alam di tepi pelabuhan sore itu.

Sebuah kelumrahan bila pertama kali bertemu, bertegur sapa dari hal-hal kecil bahkan pada hal-hal yang tidak perlu. Mulai tanya mau kemana, kampung dimana, dan remeh temeh lainnya. Tapi kali ini kami bertemu bukan berpapasan di jalan, namun tak sengaja bertemu di sebuah ruangan yang didalam nya ada aku, kamu dan teman yang lainnya. Dan kemudian bertegur sapa lewat sms hingga jalan sore saat itu. Jadi apa yang harus ku tanyakan ? atau apa yang harus ku katakan untuk memulai sebuah pembicaraan ? aku rasa dia juga merasakan hal yang sama. Hingga akhirnya kami hanya diam untuk beberapa saat. Hingga senja pun berlalu.

’ Sudah makan ? ’

Sebuah kalimat yang ku baca dari hanpone ku . . .

’Sudah’ jawab ku singkat

’ Lagi ngapain sekarang ? ’

’ santai menikmati malam ’

’ Kita jalan yuk ……..

Sebuah kalimat yang entah mengapa membuat hati ku berdebar kencang, untuk beberapa saat aku terdiam dan bingung untuk menjawabnya.

Iya….( jawab ku singkat )

Tanpa alasan, tanpa sebab, tanpa pertimbangan, hanya satu kata itu yang terlitas di pikiran ku. Padahal sore tadi sudah bersamanya. Mungkinkah ini yang namanya cinta. Ketika raga tak mampu jauh dari nya, di pikiran hanya ada dia. atau apalah namanya yang jelas aku tak berani untuk mencari makna dari semua ini.

Kunikmati malam ini bersama mu, serasa indah tiada beban. Walaupun semua tiada kepastian. Aku tau diatara kita pasti ada keraguan, untuk saling mengungkapkan.

Aku cinta kamu

Kata itu yang keluar dari mulut mu setelah kita jalan malam itu, tersentak aku terdiam. Aku tak tau apa yang terajdi pada diri ku, ada rasa senang, ragu, bangga…semua campur aduk jadi satu. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut ku. Sepertinya melut ku kelu untuk menjawab kata-kata itu.

” Beri aku alasan ! ” kata ku

Karena aku cinta kamu

Ada yang lain ?

Aku merasa nyaman berada di samping mu….

Aku hanya diam, sejenak berfikir………. aku tak tau harus memulai dari mana, aku juga belum tahu persis tentang perasaan ku. Namun yang aku tau, aku merasa senang berada di samping nya. Cowok yang baru saja aku mengenalnya, sudah bisa membuat aku tertawa, tanpa ragu mengungkapkan kata cinta.

Boleh aku berfikir dahulu untuk menjawabnya ? tanya ku

Iya, aku kan menantikan jawaban nya, Kamu tau apa yang aku harapkan…

……….

Selamat malam ”

Ku baca sebuah kalimat di layar handpone ku

Malam juga ’

Lagi ngapain ?

Seperti biasa, menikmati malam melepas lelah

I Love U

Tersentak aku terdiam, tersenyum bahagia karena di cinta. Namun ada rasa binggung untuk mempersiapkan kata-kata membalas sms dari nya, apa yang harus ku jawab. Setelah berulang kali pertanyaan yang sama terlontarkan pada ny seperti : apa alasannya ? setelah memikirkannya akhirnya aku menjawab :

Iya . . . .

.

Berarti kita pacaran ?

Aku hanya menjawab :  Iya

. . .

Embun pagi masih merayapi batang daun yang hijau, matahari bersembunyi di balik awan. Namun aku sudah berdiri menatap langit yang masih putih. Hari ini terasa aneh bagiku, biasanya saat ini aku masih terlelap di atas kasur. Tapi karena mata tak bisa terpejam, memaksaku untuk mencari udara segar, menghilangkan rasa gelisah yang selalu menderaku.

Aku sudah punya pacar, seseorang yang akan menemani hari –hari ku, tempat ku bersandar jika ada masalah, tempat ku bercerita tempat ku berbagi dalam suka maupun duka.

Hanya satu kalimat yang dapat terucap dari mulut ku yang kelu

” AKU BAHAGIA ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s