Cerpen :’Dia’

Posted: 20 Maret 2010 in cerpen

Beberapa bulan yang lalu kuterhenyak, ketika kumelihat seseorang. Lebih tepat kusebut dia “ Pria tampan “ sesuai dengan bentuk wajahnya yang manis, berhidung mancung, mata sipit, berbibir tipis, rambut bergelombang, memakai jambang. Berbadan tinggi tegap, sangat ideal.

Pria tersebut aku perhatikan sedang duduk dan kelihatan manis, bahkan sangat indah untuk di pandang. Duduk diantara tiga pria yang sudah berumur, didepat sebuah kios “Autorized servis centre” ditempat dia bekerja. Asyik bercerita dan sesekali memandang kearah jalan melihat kendaraan yang lalu lalang. Dengan rasa terpesona kumelihat penampilan serba biasa, namun tetap mempesona. Ku pandang dan kuperhatikan dia.

Dari hari ke hari kulihat dan terus kuperhatikan dia. Dengan gaya yang serba biasa dan tak banyak bicara. Awalnya biasa saja, namun setelah kuperhatikan dengan seksama, aku tergoda!. Ternyata ku ingin mengenal dia, berbagai cara kucoba. Akhirnya rasa penasaranku kian menggebu, hatiku menuntutku untuk mencari tau.

Berbagai cara tlah kucoba untuk mencari tau, berusaha bertanya pada setiap orang yang kukira dapat memberi tau tentang dia. Karena aku tak berani berterus terang kepadanya.

***

Beberapa haripun t’lah berlalu tetapi aku belum tau siapa dia, setiap hari aku melihat dia dari jarak hanya beberapa meter. Walau dia tak pernah ku lihat dengan jarak yang begitu dekat. Namun dia tak pernah luput dari pandangan. Mempesona, gaya nya memikat. Siapakah dia? Dia……t’lah membuat ku penasaran!

Dua minggu t’lah berlalu, tetapi belum juga aku mengetahui tentang dia. Dia membuat ku semakin penasaran. Aku harus tau tentang dia, bagaimana pun caranya!. Smua cara t’lah kucoba, rasanya telah kuperas otakku untuk mendapatkan cara agar aku dapat mengenal dia, hingga aku tak mampu lagi untuk berfikir. Akhirnya aku memutuskan meminta bantuan kepada temanku untuk mencari tau tentang dia. Yang menurutku ini dalah cara terakhir yang ku punya, semoga saja didapatkan informasi tentang dia. Yang dapat menghilangkan rasa penasaran ini.

Dia memang berbeda, aku tak tau mengapa dia bukan seperti cowok lainnya. Dia sangat pendiam dan seolah dia membangun dunianya sendiri. Tapi itulah yang membuat ku tertarik setengah mati. Ada apa dengan dia? Aku seolah menemukan sesuatu jika melihat dia, dan terkadang aku bertanya apakah aku sedang mesarasakan suasana dengan kepekaan yang luar biasa??? Berulang aku berusaha menekan rasa penasaran ku, meski nyaris tak mungkin bisa.

Ya …..Allah, semoga Engkau mendengar permohonan ku ini, aku berharap hasil yang didapat akan memuaskan. Beribu tanya dihati dengan harapan dan tak sabar menanti. Mungkinkah sama dari apa yang ku duga?? Jika kuperhatikan orang nya pendiam alias tak banyak bicara. Tetapi dalam kediamannya itu, dia memiliki sejuta ilmu. Dia itu pintar, memiliki kemampuan yang bisa dia andalkan. Itu yang membuatku semakin simpatik jika melihat dia.

Dan ternyata ku dapatkan semua yang ingin ku ketahui tentang dia. Dari nama, alamat, bahkan keluarganya. Terima kasih sobat ku……….

Tak salah mata memandang, tak salah hati menduga, ternyata dia memang orang yang tak banyak bicara. Ku ingin lebih jauh mengenal dia, dari sosok pria tampan yang pendiam. Mungkin julukan itu yang pantas untuk dia sandang, dan…….itulah kenyataannya!

***

Dia………………berasal dari keluarga sederhana, merupakan turunan berdarah minang. Anak ketiga dari empat bersaudara. Namanya juga aku sudah mengetahuinya. Yach….…mungkin informasi itu sudah cukup bagi ku. Tetapi perasaanku mengatakan tidak, perasaanku mengatakan bahwa aku harus mengenal dia lebih jauh lagi. Andai saja……..aku mengetahui lebih banyak tentang dia !!!! tetapi teman ku bilang nomer handpone ku sudah ditinggalkan ditempat dia bekerja. Suatu saat dia disuruh menghubungiku karena aku ingin sekali berkenalan dengan dia.

Aku selalu menantikan dan berharap suatu saat dia menghubungiku. Hingga kurasakan dalam waktu yang lama dia belum juga menelfonku. Serasa pupus harapanku untuk mengenal dia lebih jauh lagi. Mungkin dia diciptakan hanya untuk aku mengenalnya sebatas nama!!!……………………………….

Hari-hari berlalu dengan mencoba melupakan rasa penasaranku terhadap dia, namun suatu ketika handpone ku berbunyi, kuangkat……. lalu………………

Betapa terkejutnya aku, ternyata yang menelfonku ternyata dia, pria yang telah membuatku penasaran. Akhirnya aku bisa mendengar suara merdu itu, alangkah bahagianya aku……..Syukur ku hanturkan pada-Mu ya Robby, karena Engkau telah kabulkan permintaanku, yang kukira aku tak diberi kesempatan untuk mendengar suara merdu pemilik wajah tampan itu.

***

Aku tau…….manusia memilki sifat yang tak pernah puas dengan apa yang didapat. Dan itulah yang kurasa sekarang, sekaligus menunjang egoku yang selalu ingin dipuaskan dan harus dapat apa yang diinginkan. Aku adalah seorang gadis berusia 20 tahun, anak ke4 dari 4 bersaudara. Aku  selalu merasa ingin  lebih dari apa yang kudapat termaksud juga untuk mengenal dia lebih dari apa yang ku kenal tentang dia.

Setelah telfon itu, aku selalu berharap akan ada telfon-telfon berikutnya. Mungkin dengan dia menelfonku, besar kemingkinan aku dapat mengenal dia lebih jauh lagi dari apa yang kuketahui. Dan ternyata…………..malam itu dia datang kerumahku, akhirnya aku dapat melihat wajah manis…..wajah imut itu. Wajah yang dapat kulihat dengan jarak yang begitu dekat. Kuperhatikan….indah, bahkan sangat indah untuk dipandang. Wajah itu, wajah yang kan membuatku merindu.

Dia ………dengan memiliki wajah yang sangat manis, bergaya serba biasa, memiliki intelektual tinggi, caranya memikat, itu yang kuketahui tentang dia. Juga pendapat ku tentang dia. Keindahan yang dia miliki selalu membuatku terbayang, terbuai dalam mimpi. Keindahannya selalu memberi makna dalam setiap pandangan ku, senyumnya menyatu dalam inspirasiku, dia seakan-akan datang untuk memberi semangat dalam hidupku.

***

Sesuatu yang tak pernah terduga sebelumnya, dia adalah teman dari saudara lelakiku. Persaan senang bercampur takut merajai hatiku, akhir-akhir ini dia sering datang kerumahku, bercanda gurau dengan saudaraku. Bahagiapun menyelimuti hatiku, karena aku akan sering melihat wajah tampan itu. Melihat dia tersenyum, tertawa bahkan dalam diam pun dia kelihatan manis. Dalam bahagia itu terselip rasa takut yang sangat dalam, karena aku mulai mencintai dia sahabat dari saudaraku. Cinta yang tumbuh tanpa diduga, dan secara tiba-tiba, namun aku tak berani untuk mengatakannya. Dan sekarang yang dapat kulakukan adalah diam dan memendam perasaan karena bagiu persahabatan itu lebih penting.

Hari-hariku lalui dengan mencoba mengesampingkan persaanku terhadap dia, walaupun itu sulit untuk kulakukan. Dengan melihat senyumnya saja aku sudah merasa cukup bahagia. Cukup sudah rasanya aku mengenal dia untuk menghilangkan rasa penasaranku. Walaupun rasa penasaran itu pula lah yang telah membuatku jatuh cinta. T’lah ku coba pahami sifatnya, dia memang tak banyak bicara alias pendiam. Tapi dalam diam itu dia memiliki sejuta ilmu, dia itu pintar termaksud pintar mencuri hatiku.

***

Sepintas aku teringat seseorang, seseorang yang pernah menduduki tempat special dihatiku. Mantan pacarku. Dia memiliki karakter yang sama dengan mantan pacarku, pantas saja aku tidak merasa asing bila bicara dengan dia yang baru saja ku mengenalnya. Seolah-olah aku menemukan sosok lain dari dirnya, sosok yang pernah ku kenal. Ternyata aku menemukan sosok dari mantan pacarku di dalam dirinya. Dan…………apa yang terjadi sekarang??? Bagaimana dengan perasaan ku??? Apakah aku masih mencintai mantan pacarku??? Bagaimana dengan dia yang telah membuatku dilanda rindu??? Apakah aku mencintai keduanya??? Atau mungkin aku seraya mencari ganti dari sosok yang pernah hilang dihatiku dengan tidak menghilangkan karakter yang sama??? Aku tak tau!!!

“ Ampuni hamba Mu  ya………..Robby, betapa diriku adalah sebutir debu hitam di tengah hamparan pasir pantai putih milik-Mu, kepala bertekuk………………mencari sesuatu yang hamper hilang, berharap dapat kugenggam kembali. Ya………..Robby, kurasa jantung ku berdegup kencang, dunia diatas kepalaku serasa berputar cepat. Aku menarik nafas panjang seraya mengulurkan tangan memohon kepada-Mu, Bantu aku memahami perasaanku………….”(1)

Aku mencoba menepis semua prasangka dan dugaan terhadap diriku sendiri, dan mencoba untuk memahami perasaan ku. Semakin lama aku semakin yakin bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta. Tetapi akhir-akhir ini ku perhatikan kedekatan dia dengan saudaraku membuat keyakinan ku berkurang untuk memiliki dia. Karena aku tak meu bila persahabatan itu merenggang, aku tak mau merusaknya.

Cinta itu tak mesti memiliki “, dan aku yakin pepatah itu benar, dan biarlah cinta ini  kurasakan hanya di hati saja tanpa merusak yang ada.

Dia ……………yang telah membuatku penasaran sekaligus menimbulakan rasa simpati yang sangat dalam. Dia……….dengan senyumnya, gayanya, caranya, semua yang aku impikan dia miliki tentunya. Mungkin bagi orang lain dia biasa, tapi bagiku dia begitu istimewa.

Cinta itu keihklasan, aku yakin itu. Aku ihklas bila tak memiliki dia, demi sebuah persahabatan. Namun cinta itu kan tetap ada, karena cinta yang tulus tak akan pernah hilang.

Nb : 1. Kutipan

Cerpen : “ Dia “

By : Meri Andriani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s