Guru yang profesional

Posted: 30 Mei 2009 in artikel

Saai ini begitu tingginya harkat dan martabat guru sejak diberlakunya UU Guru dan Dosen.

Guru yang dulunya merupakan profesi yang tidak perbah diminati apalagi menjadi cita-cita seorang anak kecil saat ditanya orang tuannya. namun sekarang begitu tingginya pemerintah mengangkat harkat dan martabat guru dengan diberikannya tunjangan Profesional atau yang lebih dikenal dengan Tunjangan Sertifikasi.

Sungguh suatu penghargaan yang sangat besar, yang dulunya hanya menerima gaji pas-pasan namun sekarang menjadi bertambah besar 2x lipat gaji pokok.

Tapi, apakah dengan sudah  meningkatnya penghasilan ini guru menjadi profesional ???? harapan pemerintah, masyarakat, dan kita sendiri tentu nya sebagai seorang guru akan meningkatkan profesionalisme kita ???? apakah hal itu sudah dilakukan ???

Marilah kita renungkan wahai guru, wahai pahlawan tanpa tanda jasa. Sudahkah kita banyak berbuat untuk meningkatkan mutu pembelajaran kita ??? sudahkah kita berbuat untuk merubah mind sett kita tentang MENDIDIK ??? sudah kah anda memahami tentang guru yang Profesional ??? seperti apakah guru profesional itu ???

Mohon komentar anda para pembaca semua, Bagaimanakah Guru yang Profesional itu ????

Komentar
  1. zelec mengatakan:

    Sementara ini saya masih enggan berkomentar mana guru yang profesional dan tdak profesional
    Saya masih tdk percaya dg peningkatan gaji guru 2x lipat dari biasanya dan sertifikasi guru yang profesional !!!!!
    pertanyaan yang muncul, Benarkah Guru yang memiliki sertifikasi sudah menjalankan tugasnya ??????. Menurut sepengetahuan saya guru yang memiliki sertifikat sebagian besar yang ada dipedesaan betul-betul telah / makin terampil dalam mencari celah ekonom “dimana saya harus mencari tambahan uang, masah saya guru yang bersertifikat tdk bermobil !????.

  2. virya13 mengatakan:

    Guru itu harus bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, ada yang mengatakan bahwa seorang yang berprofesi sebagai pengajar jangan menjadi pengajar yang fosil (pengajar yang tidak mau merubah cara mengajarnya). Pengajar harus bisa menemukan ide yang baru dalam mengajarkan ajarannya dengan lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s