kehidupan

Posted: 19 Juni 2008 in puisi

Kehidupan

By : Meri Andriani

 

 

Embun pagi membasahi jari jemari

Ketika menyentuh dedaunan pagi ini

Betapa ceria nya hari

Kupandang seolah tak mau berhenti

Ketika mata menangkap sebuah bayangan

Hadir seorang sosok wanita

Dengan bawaan penuh barang dagangan

Dengan gontai ia berjalan

Seakan tak pernah putus harapan

Demi sebuah perjalanan hidup yang panjang

Pagi ini ku terus berjalan

Melangkahkan kaki menyambut pagi

Dengan sorot mata tajam

Ku memandang seorang anak jalanan

Mengemis meminta belas kasihan

Untuk mencari makan

Demi hidup yang dipertahankan

Mengais kehidupan ditemani debu-debu jalanan

Aku terus berjalan menyusuri jalan

Ketika telinga mendengar sebuah tangisan

Ku terhenyak mata terbelalak

Seorang pria tua

Yang telah kehilangan istrinya

Menangis meronta-ronta dan seketika ia tertawa

Sungguh tragis kehidupannya

Perjalan hidup yang tak mampu ditopangnya

Hingga merenggut akal sehatnya

Ku terus saja berjalan,

Dan timbul lah sebuah pemikiran

Mengertikah kita akan arti hidup ini?

Dengan semua yang telah kita lewati

Dan semua yang telah terjadi?

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s