Amarah

Posted: 18 Juni 2008 in puisi

 

 

 

Amarah
By : Meri Andriani

Ketika emosi tak lagi dapat terhenti
Ketika sampai dititik frustasi
Dan apa yang akan terjadi?
Hidup adalah ilustrasi
Yang dapat menemukan jati diri
Mungkin akan timbul kegagalan
Mungkin akan timbul kekesalan
Namun bukan akhir dari segalanya
Karena amarah adalah kebodohan
Karena perkara yang akan ditimbulkan
Karena tabiat manusia itu berbeda,
Juga dalam hal menahan amarahnya
Ketika dicaci dan dihina
Kesabaran dan lapang dada adalah obatnya
Mampu menguasai diri,menahan amarah, mengekang lidah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s